Minggu, April 22, 2012

Bunga di Jendela

Kenapa sekarang ada bunga-bunga di jendela dapurku? Sebagian darinya bahkan sudah mengering.



Oh itu bunga rumput yang dipetik Abang dan Dede untukku setiap mereka habis main di halaman. Mereka mengetuk pintu dapurku dan memanggil, "Bunda, bunda! Ini dikasi bunga!"
"Dari siapa?", tanyaku pura-pura.
"Abang" "Dede"

So sweet, eh?

Begitulah kalau punya anak laki-laki. Kalau kita beruntung diberikan Allah anak-anak laki yang baik, kita akan dapat bunga, pelukan, ciuman dari mereka. Ayahnya bisa saja sibuk, tidak bisa setiap saat mencium dan memeluk kita. Wajarlah, sebagai pencari nafkah keluarga. Bunga pun mungkin datang hanya di saat-saat spesial saja sekarang, itupun kalau dia terbetik rasa romantismenya.
Tapi anak-anak laki-laki ini tidak mengenal hari spesial, dan masih punya banyak waktu untuk mencium dan memeluk kapanpun mereka (atau aku) mau.
Aku tidak tahu kapan mereka akan terus melakukan ini. Aku cuma berharap, kalaupun suatu hari mereke berhenti melakukannya, kuharap itu masih lama sekali.
Sekarang syukuri dulu apa yang ada. Alhamdulillahi rabbil al amiiiin.

2 komentar:

nyonyakecil mengatakan...

iya gw juga kadang mempertanyakan sampe kapan anak gw manja2 ke gw dan nyium2 gw. such a beautiful moment i want to freeze the time sometimes :P

nita mengatakan...

iya, kita nikmatin aja deh hehe.
Btw, gw iri dengki sama tas2 bikinanlo. errrghhh.. kapan ya sempet bikin2an sdr??