Sabtu, Juli 26, 2008

To Doc or Not to Doc

Binguuuung banget kalau anak sakit. Udah belajar tentang panas tinggi pada anak di milis, internet, majalah, ujung-ujungnya teuteup aja panik. Meski udah tau tentang Roseola, tentang obat panas boleh diberikan kalau sudah mencapai 39derajatC aja, teuteup aja panik.
Habis, trauma counts!
Jadi saat Basil panas selama 3 hari kemarin, terpaksa deh bawa lagi ke dokter. Dokter pun curiga takut ada apa-apa. Trombosit agak rendah. Tapi Basil riang-riang gembira aja tuh.
Dua malam di rumah sakit sebetulnya malah dua malam tanpa panas tinggi. In fact, normal. Tapi , setelah semalam di RS paginya muka dan badan Basil malah bruntusan merah-merah, kecuali tangan, kaki dan pinggang ke bawah.
Dalam hati langsung nebak Roseola. Tapi dokter insist itu bukan tampek, Roseola nor DBD. Jadi apa?
Setelah dua malam di RS akhirnya dokter melepas Basil pulang dengan kesimpulan: infeksi virus yang kemudian mati karena obat-obat dan infus selama 2 malam tersebut. Si bintik-bintik merah? Dinilai cuma biang keringat bagi si dokter. Kata Abang "3 juta untuk biang keringat doang".
Pulanglah sambil bilang alhamdulillah.. meski tagihan credit card bulan besok naik lagi. Ihik!
Mungkin saat ini kedengarannya saya telah berlebihan menginapkan anak di rumah sakit (meski dengan saran dokter). Seperti saya bilang, trauma counts. Setelah mengabaikan panas demam yang dialami sendiri sebulan sebelumnya, yang menyebabkan saya hampir terlambat dirawat karena DBD, apa mungkin saya mengabaikan demam Basil juga?? Waktu di RS dulu saya berjanji nggak akan membiarkan Basil mengalami yang saya alami.
However, apapun keputusan yang kita buat untuk anak kita, pastilah ada pro kontra-nya. Selalu akan ada yang mencibir, menertawakan atau bahkan mereka pikir kita ibu yang parno atau bodoh kali ya. Apa aku aja yang merasa parno?
Sekarang saya berusaha mengingat, biarlah pulang dari rumah sakit dengan tagihan untuk hal yang sia-sia(?) daripada pulang dengan seseorang yang kita cintai tanpa nyawa..
Susah banget sih jadi ibu. Ahhh......

2 komentar:

Limmy HL mengatakan...

mba nita, gue ngertiin bgt kok.
dulu dhika sempat kejang demam dan dirawat inap di rs selama 4 hari.
emang sih kalo baca buku panduan atau milis katanya utk kejang demam ga usah pake rawat inap segala.
tapi yg namanya orang tua pasti ingin yg terbaik utk anaknya. takut ada apa2 kalo di rumah. mana jauh bgt dr rs. kalo di rs, kan ada om dokter dan suster. jadi rada tenang dikitlah.ya ga?

NiKarina mengatakan...

Iya Limmy, harus banyak2 belajar kayaknya kita.
Maaf ya baru merespon, lama banget, hihiii