Rabu, Mei 14, 2008

Setitik Janin di Layar USG

Beberapa minggu setelah menikah, aku pun mulai bertanya-tanya apakah aku akan hamil segera atau nanti. Merasa sudah waktunya menstruasi tapi belum juga datang, aku pun mulai berpikir adanya kemungkinan aku sudah hamil. Abang sih, cengar-cengir aja dan berpikir kalau aku belum hamil. Tapi aku penasaran, maka diam-diam aku beli sendiri test-pack. Ternyata memang belum. Abang yang akhirnya kuberitahu tentang hasil tes berkomentar, "Kamu ge-er, sih". Meski agak kecewa aku jadi ikut ketawa juga. Iya nih, aku kok ge-er amat ya.
Waktu berlalu hampir sebulan setelah si test-pack negatif itu. Aku kerja seperti biasa berusaha mengabaikan soal hamil-tidaknya aku. Lalu tibalah saat-saat itu. Tanda-tanda kehamilan mulai kelihatan. Beberapa kali tiap pulang dari kantor aku mual bahkan muntah di rumah. Jadi ingat film-film Indonesia jaman dulu! Untung muntah-muntahnya nggak sambil nyuci baju. Ihh, film apa itu ya, yang pembantunya ketahuan hamil? Kkkkkkkk!
Kali ini Abang yang penasaran, sedangkan aku berusaha cuek karena nggak mau kecewa lagi. Akhirnya dia ngotot membelikan aku test-pack. Dan...voila! Believe it or not, I was gonna be a mommy! It's a positive! Kami berdua sangat senang karena nggak menyangka akan dikaruniai secepat ini. Aku juga tambah senang melihat reaksi Abang saat itu. Pokoknya kelihatan banget kalau dia happy.
Dulu, sejak aku masih single aku punya banyak teman yang meski sudah nikah bertahun-tahun belum juga dikaruniai anak. Beberapa diantaranya bahkan sudah mencoba berbagai pengobatan medis hingga pengobatan alternatif untuk memiliki anak. Melihat keadaan tersebut tanpa sadar aku jadi mempersiapkan diri bahwa ada kemungkinan bila ingin memiliki anak harus melewati perjuangan seperti mereka dulu. Bahkan, di awal-awal pernikahan kami pun kami sudah membicarakan apabila dalam 6 bulan aku masih belum juga hamil, kami akan menemui seorang dokter kandungan untuk berkonsultasi. Makanya, kami benar-benar nggak nyangka bakal dikaruniai secepat ini.
Karena saat itu hanya beberapa hari menjelang Idul Fitri, maka pilihannya adalah rumah sakit khusus ibu dan anak. Masak sih, di sana nggak ada dokter kandungan? Nggak mungkin tho.. Ternyata dokter yang ada saat itu langsung menimbulkan rasa cocok pada kami berdua. Cocok? Iya, katanya milih dokter juga cocok-cocokan. Kayak milih jodoh aja! Dr. Ismail Yahya, SpOg langsung memutar-mutar alat seperti mouse di perutku dan..aha! Itu dia! Apa? Aku cuma melihat titik sebesar laler ijo?? Ya itulah setitik janin di layar USG.
Secara santai dr. Ismail pun berkomentar, "Nah, itu dia. Kakinya baru 8 ya. Nanti akan jadi 16.." Masih dalam keadaan senang karena bisa melihat si janin aku 'agak' mikir 'kaki 8?? Emangnya anak gurita? Aku ini manusia lho! Bakal jadi 16 pula?? Maksudnya apa ya?'. Well, jangan ditanya deh, sampai sekarang pun aku nggak tahu maksudnya apa. Mungkin ada penjelasannya secara medis. Jangan kaget, nanti kita bakal temui komentar lain dari dr. Ismail yang mengejutkan.
However, kita pulang sangat senang dan segera woro-woro ke dua belah pihak keluarga. The baby is coming!

2 komentar:

kamilia hamidah mengatakan...

halo bunda basil...senang bisa visit blognya, sepertinya seru kisahnya, anyway salam kenal n have a nice trip...
regards
hilda's mom
www.hildafarha.blogspot.com

Mommy's Madness mengatakan...

Wah makasih udah mampir ya, mommynya Hilda. Kapan-kapan aku jg mampir di blogmu ya... ^__^