Sabtu, Mei 10, 2008

Perginya Ayah ke NZ

Akhirnya, pergi juga Abang ke Auckland.
Pfff...akhirnya turun juga airmataku.
Bener-bener deh, nggak ada yang direncanain tahun lalu berjalan di tahun ini. Tiba-tiba aja kita punya baby lagi. Eh, tiba-tiba pula Abang harus menggantikan teman kerjanya untuk ikut program karir dari perusahaan ke Auckland. Selama 6 bulan lagi??
Berarti aku bakal melahirkan dedenya Basil sendiri. Padahal masih trauma gara-gara lahiran Basil dulu. Tapi nggak trauma dong, sama Basilnya hehe.
Setelah sehari sebelumnya tol ke bandara digenang banjir gara-gara tanggulnya jebol, wajar kalo kita ketar-ketir saat hari Jumat, 9 Mei 2008 kemarin harus lewat jalan itu lagi. Masalahnya, kalau tol itu masih banjir, harus lewat manakah kita mengantar Abang ke bandara?
Alhamdulillah, ternyata banjir sudah surut. Walau begitu untuk mengurangi resiko macet dll dsb maka kita berangkat pukul 11. Ternyata jalan lancar dan gak kepagian jadinya. Tapi lebih baik begitu sih, jadi kita bisa tenang nunggu waktu check-in-nya.
Selam menunggu, Basil keliatan excited karena banyak yang dilihat. Sampai-sampai dia agak lupa menyusu, cuma dua kali selama menunggu. terpaksa aku menggelar 'ruang menyusui portable' andalan, alias keredongan dengan pashmina hitam.
Tunggu punya tunggu, teman-teman Abang mulai datang, Pak Naryo dan Dipo. Tinggal bule-bulenya yang belum datang. Mepet banget kayaknya.
Akhirnya sekitar pukul 3 ternyata sudah boleh check-in. Akhirnya waktu berpamitan. Duh, berat deh, ternyata. Hmpff..rasanya udah ditahan-tahan. kemarin-kemarin sih, belum kepikiran sedihnya. Tapi saat itu udah nggak bisa apa-apa deh, selain berkaca-kaca. Kalo bisa nggak mau lepas pelukan. Kalo bisa aku langsung ikut juga sambil menggondol Basil. ternyata bisa juga aku merasa kehilangan si gendut. Cuma sama dia memang aku jadi manja.
Pulangnya Basil langsung minta eneh dan langsung tertidur pulas. Rupanya udah ngantuk dari tadi. Tapi, berhubung banyak pemandangan baru baginya, sayang baginya untuk ditinggal tidur sepertinya.
Malamnya aku terima email bahwa Abang udah sampai di Changi untuk transit. Tapi, ternyata cuma sebentar, jadi nggak bisa berSkype. Ya udah asal selamat.
Nah, begitu malam deh,muncul curcial moment. Seperti biasa jam 8 aku mulai ngelonin Basil sambil menyusui. Seperti biasa juga, dia penasaran dulu sama kepala tempat tidur, terus guling-gulingan nyari posisi enak. Selama itu yang ada aku malah nuangiss melulu. Basil ngeliat aku agak bingung, tapi dia terus cuek aja. Dasar gembil..
Setelah Basil akhirnya tidur sambil eneh, aku pun tidur juga.
Kita yang ditinggal pergi sama seseorang biasanya lebih 'berasa' ketimbang yang pergi. Soalnya, si pergi kan ada di tempat baru. Masih banyak yang perlu ia lakukan, banyak yang masih harus dilihat, banyak yang harus ia adjust. Sedangkan yang ditinggalkan 'dunia'nya masih sama, tapi minus si pergi.
Aku jadi seballll Abang harus pergi. Kangen itu perasaan yang menyeballlkan.
Cepat kembali ya, Ayah. Hati-hati di sana. Kami bertiga di sini menunggu.
Hiksss!!!!

Tidak ada komentar: